Anda Sedang Membaca...
Islamic, Tasawuf

Hamzah Fansuri : Peletak Tasawuf Falsafi Nusantara

Tasawuf Islam dari www.indonesiafile.com/content/view/48/42 dituliskan bahwa : Tasawuf Falsafi Nusantara pertama diterapkan ulama sufi Hamzah Fansuri. Tak diketahui jelas kelahirannya tapi diperkirakan sufi-pujangga itu wafat sekitar 1607 M. Ia lahir di suatu desa bernama Syahru Nawi di Siam (kini Thailand). Data itu diperoleh dari kitab yang ditulisnya, Rubaiyyat. Ia hidup pada masa Sultan Alauddin Riayat Syah dan pada awal pemerintahan Sultan Iskandar Muda di Kerajaan Aceh antara 1550-1605 M.

 

Di samping bahasa Melayu Indonesia, ia juga menguasai bahasa Arab dan Persia. Dalam pengembaraan intelektualnya, ia sempat berkunjung ke Irak, Persia, India dan dua kota suci, Makkah dan Madinah. Di Irak, malah ia mendapatkan penghargaan sufi untuk Tarekat Jailani dari salah seorang syaikh (guru). Namun, sampai sekarang, siapa saja guru Fansuri, tak banyak diketahui.

 

Hanya saja, dalam karya-karyanya, ia menyebut beberapa nama sufi besar yang kerap menginspirasinya. Semisal Abu Yazid al-Busthami, Junaid al-Baghdadi, al-Hallaj, al-Ghazali, al-Mas’udi, al-Aththar, Jalaluddin al-Rumi, al-Iraqi, al-Maghribi Syah Ni’matullah, dan al-Jami’. Fansuri tidak saja rajin menerjemahkan dan menghimpun pendapat mereka, tapi juga menulis beberapa karya terkait dengan corak tasawuf yang diacunya.

Dalam tradisi tasawuf Nusantara, ada dua corak dominan saat itu. Pertama, tasawuf Sunni. Tasawuf Sunni adalah jenis tasawuf dengan poros ajaran Imam al-Ghazali. Kitab yang dirujuk adalah Ihya Ulumuddin, Minhaj al-Abidin, dan Bidayah al-Hidayah. Tasawuf Sunni banyak diikuti oleh para ulama dan fuqaha yang tersebar di berbagai wilayah Nusantara. Itu disebabkan tasawuf juga yang dikembangkan oleh Wali Songo ketika menyebarkan Islam di bumi Nusantara.

Inilah salah satu karya dari syair-syair Fansuri:

Saat kau menjadikan harta sebagai teman,

maka akibatnya adalah kehancuran,
keputusannya jauh dari kebenaran,

sebagaimana jauhnya dari keikhlasan. Wahai nak yang memahami,

jangan menemani orang yang zalim

karena Rasul yang bijaksana, melarang

menolong kezalimanWahai kaum fuqara,

jauhilah menemani para umara

karena Rasul memberi peringatan

tidak membedakan yang kecil dari yang besar.

Melalui syair-syair itu, Fansuri mengritik, baik ulama, fuqaha atau para penguasa yang lalai dengan tugas-tugasnya. Tidak terbuai oleh kemewahan dan jangan terjebak kepada fanatisme buta. Apalagi ketika telah diselubungi oleh keangkuhan dan kesombongan. Syair-syair itu sekaligus menunjukkan bahwa Fansuri adalah ulama yang sangat peduli dengan kondisi sosial masyarakatnya.

Prosa dan syair karangan beliau sebetulnya sangatlah banyak. Namun, karena karya-karyanya sempat dibakar oleh salah satu kelompok yang tidak menyukainya di depan Masjid Raya Aceh, sebagian besar karyanya hangus. Hanya ada beberapa risalah tasawuf yang berhasil diselamatkan dan dianggap sebagai karya orisinal Fansuri. Di antaranya adalah Kitab Syarab al-Asyiqin (Minuman Orang yang Berahi), Asrar al-‘Arifin (Rahasia Orang yang Bijaksana), al-Muntaha, dan Zinat al-Wahidin (Perhiasan Orang-orang yang Mengesakan). Syarab al-Asyiqin, secara umum, adalah ikhtisar berisi ajaran wahdat al-wujud Ibnu Arabi, Shadr al-Din al-Qunawi, dan Abd al-Karim al-Jilli. Risalah itu memuat tahap-tahap pencapaian makrifat dengan mengikuti amalan Tarekat Qadariyah. Kitab itu merupakan panduan bagi pemula dalam ilmu suluk yang terbagi dalam 7 bab. Bab 1, 2, 3, dan 4 menguraikan tahap-tahap ilmu suluk, yang terdiri dari syari’at, thariqat, hakikat, dan makrifat.

Hamzah Fansuri ini adalah seorang mistikus yang mengikuti ajaran kesatuan eksistensial (wihdat al-wujud) milik Ibnu Arabi. Menurutnya, ketika segala sesuatu itu belum ada atau belum ber-wujud, maka yang pertama-tama ada hanyalah Allah sebagai Zat Semata, tanpa sifat dan nama. Allah sebagai zat itu adalah Allah dalam kondisi diam tanpa aktivitas atau Allah dalam aspeknya yang adikodrati (transenden). Ia adalah Yang Awwal dan Yang Akhir, yang tiada teribaratkan dan tiada termisalkan. Nama Zat Semata adalah Huwa.

Hamzah Fansuri menambahkan, Allah dalam kondisi diam tanpa aktivitas tersebut, adalah seperti laut yang dalam, karena hakikat dari Zat tidak dapat dikenal dan diketahui. Lagi pula, tak seorang juapun dapat tahu akan hal itu. Jadi, kalau Allah dalam sisi-Nya yang transenden adalah Zat Semata dan bernamaHuwa, jadi Allah dalam kondisi beraktivitas atau sisi imanen-Nya bernama Allah.Allah adalah himpunan segala nama Allah, dan di bawah nama Allah ini terdapat banyak sekali nama, namun yang terkenal ada 99 nama yang biasa diberi namaasma al-husna. Allah dalam aspek hakikat-Nya yang bernama Zat dan Allah dalam aspek imanen-Nya, yaitu wujud yang bernama Allah, maka Zat Allahdengan wujud Allah adalah esa.

Hamzah Fansuri ini menegaskan bahwasanya wujud Allah dan wujud alamadalah esa. Alam tidak memiliki wujud sebab menurut beliau, alam itu bukanlahwujud. Wujud alam itu adalah wujud bayang-bayang atau wujud wahmi, artinya bagaikan bayang-bayang pada cermin, ia tampaknya memiliki wujud tapi sebenarnya tidak. Jadi, karena alam ini tidak berwujud sendiri melainkan diberikan wujud oleh Allah, maka rupanya ada tapi pada hakikatnya tidaklah ada.

Sebenarnya Hamzah Fansuri melalui simbol cermin itu hendak menjelaskan hubungan timbal balik yang tidak terpisahkan antara Allah dan alam seperti tampak dalam ajarannya mengenai penciptaan. Bagi Hamzah, proses penciptaan tak lain ialah proses di mana Allah memanifestasikan diri-Nya sendiri, atau dalam istilah disebut dengan tajalli, dan proses pemanifestasian diri ini dilakukan melalui berbagai fase yang disebut dengan ta’ayyunat, yaitu kenyataan pertama, biasa disebut martabat wahdat, atau pemanifestasian Zat kepada diri-Nya sendiri. Pada saat Allah melihat pada diri-Nya sendiri, maka Allah melihat kesempurnaan diri-Nya.

Dengan demikian martabat Tuhan sangat berbeda dengan martabat alam. Hal ini diuraikan dalam ajarannya mengenai martabat tujuh, yakni satu wujud dengan tujuh martabatnya. Tulisnya, Ketahui olehmu bahwa sesungguhnya martabat wujud Allah itu tujuh martabat; pertama martabat ahadiyyah, kedua martabat wahdah, ketiga martabat wahidiyyah, keempat martabat alam arwah, kelima martabat alam mitsal, keenam martabat alam ajsam dan ketujuh martabat alam insan.

Maka ahadiyyah bernama hakikat Allah Ta’ala, martabat Dzat Allah Ta’ala dan wahdah itu bernama hakikat Muhammad, ia itu bernama sifat Allah, dan wahidiyyah bernama (hakikat) insan dan Adam ‘alaihi al-Salam dan kita sekalian, ia itu bernama asma Allah Ta’ala, maka alam arwah adalah martabat (hakikat) segala nyawa, alam mitsal adalah martabat (hakikat) segala rupa, alam ajsam adalah martabat (hakikat) segala tubuh, dan alam insan adalah martabat (hakikat) segala manusia. Adapun martabat ahadiyyah, wahdah dan wahidiyyah itu anniyyat Allah Ta’ala, maka alam arwah, alam mitsal alam ajsam dan alam insan itu martabat anniyyat al-makhluk.

 

Dalam khazanah kajian sufisme di Indonesia para ahli tidak bisa mengabaikan peran Hamzah Fansuri dalam mengembangkan ajaran mistik Islam ini kepada masyarakat Nusantara. Pada abat XV ia mulai melakukan pengembaraan yang berbagai belahan dunia Islam untuk mendapatkan pencerahan ilmu ketuhanan. Ia mengarungi samudra menantang ombak untuk sampai ke tanah impian kunjungan semua ulama pada masanya, Makkah al-Mukarramah. Di sana ia memulai pengembaraan intelektual dengan menjumpai guru-guru spiritual yang mahsyur pada masanya. Dari Makkah ia beranjak ke Persia dan beberapa negara Asia Timur, dan tidak lupa ke Palestina, Masjidil Aqsa. Setelah pndi-pundi pengetahuannya dirasa cukup ia kembali ke Nusantara.

Ada dua hal yang mencjadi ciri khas tasawuf Hamzah Fansuri,yaitu cara penyampaiannya dan kandungan isi tasawufnya. Hamzah adalah sufi pertama Nusantara yang menyampaikan ajarannya melalui ruba’i. Ruba’i adalah pantun empat baris dengan sajak AAAA, atau ABAB. Pola pantun yang dikembangkan HAmzah ini disinyalir sebagai cikal-bakal lahirnya pantun melayu modern hingga saat ini. Di sisi lain, pola ini pula yang dikembangkan penyair-penyair spiritual Indonesia sejak angkatan lama hingga penyair kontemporer.

Ciri khas dalam ajaran adalah penekanan Hamzah pada ajaran Wahdatul Wujud. Membaca “trilogi” karya prosa Hamzah jelas menunjukkan bagaimana ia menempatkan manusia sebagai “bayang-bayang Tuhan” dalam wujud relatif. Ia mentamsilkan manusia dan Tuhan laksanakan laut dan gelombang. Sekilas nampak terpisah dan semua orang dapat membedakan, namun pada hakikatnya keduanya menyatu dan tidak mungkin terpisahkan.

Pandangan demikian adalah khas pandangan sufi-sufi wahdatul wujud lama dalam sejarah sufisme Islam, seperti Ibnu ‘Arabi, Al-Jili dan ‘Ain al-Qudhat al-Hamdani. Bahkan kalau kita telisik lebih jauh, ajaran yang demikian sudah mulai berkembang pada abad kedua Hijriah yang dimulai oleh Abu Mansur al-Hallaj dan Abu Yazid al-Bistami. Hamzah mengulang saja apa yang disampaikan oleh pendahulunya dengan penambahan konteks lokal baik dalam tamsilan maupun dalam metode penyampaiannya.

Salah satu syair Hamzah yang sangat terkenal adalah Syair Perahu. Braginsky, sejarawan Nusantara asal Rusia menyebutkan ada banyak versi Syair ini yang terus berkembang setelah kematian Hamzah. Namun beberapa syair awalnya dipandang “asli” mentamsilkan kehidupan adalah sebuah perahu layar:

Inilah gerangan suatu madah
mengarangkan syair terlalu indah,
membetuli jalan tempat berpindah,
di sanalah i’tikat diperbetuli sudah

Wahai muda kenali dirimu,
ialah perahu tamsil tubuhmu,
tiadalah berapa lama hidupmu,
ke akhirat jua kekal diammu.

Hai muda arif-budiman,
hasilkan kemudi dengan pedoman,
alat perahumu jua kerjakan,
itulah jalan membetuli insan. 

Masihkah perahu Hamzah Fansuri membawa kita kepada Tuhan? entahlah.

About Taufik Irawan

Founder of ABISTHA - Photo & Digital Printing

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

RSS Koleksi eBook

  • Radikus Makan Kakus (Bukan Binatang Biasa) - Raditya Dika
    Download eBook Gratis Radikus Makan Kakus (Bukan Binatang Biasa)Tebal : x + 232 halamanUkuran : 11,5cm x 19 cmPengarang : Raditya DikaPenerbit : Gagas MediaISBN : 979-780-166-7Tidak Dianjurkan Untuk Ibu Hamil.Beberapa menit kemudian, kelas dimulai.Kayaknya, ngajar kelas 1 SMP bakalan jadi living hell.Baru masuk aja udah berisik banget."Selamat siang, sa […]
  • Babi Ngesot - Raditya Dika
    Download eBook Gratis Babi Ngesot karya Raditya Dika. Kesurupan Mbak Minah semakin menjadi-jadi. Tubuhnya semakin susah dikendalikan oleh kita bertiga. Lalu tiba-tiba, Ingga berkata, ‘Pencet idungnya, Bang.’‘Apa?’Idungnya,’ Ingga meyakinkan. ‘Aku pernah baca di mana gitu, pencet aja idungnya.’‘Tapi, Ngga?’‘ABANG! PENCET IDUNGNYA SEKARANG!’ Edgar memerintahka […]
  • Cinta Brontosaurus - Raditya Dika
    Download eBook Gratis Cinta Brontosaurus Penulis : Raditya DikaPenerbit : GagasMediaJumlah halaman : 152 + viiiTahun terbit : tahun 2006Cinta brontosaurus merupakan buku kumpulan cerita pribadi dari Raditya Dika, pengarang buku bestseller kambing jantan. Seperti buku kambing jantan, buku ini merupakan kumpulan cerita pribadi atau kisah nyata sang penulis yan […]
  • Kambing Jantan "Sebuah Catatan Pelajar Bodoh" - Raditya Dika
    Download eBook Gratis Kambing Jantan "Sebuah Catatan Pelajar Bodoh"Penulis : Raditya DikaPenerbit : Gagas MediaKota : Jakarta selatanTanggal terbit : Cetakan pertama 2005, Cetakan kedua puluh delapan 2010Jumlah halaman: 237Desain cover : soft coverKategori : Remaja/UmumText Bahasa : IndonesiaKambing Jantan : Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh adal […]
  • 5 cm - Donny Dhirgantoro
    Download eBook Gratis 5 Cm ini bercerita tentang persahabatan lima orang anak manusia yang bernama Arial, Riani, Zafran, Ian, dan Genta. Dimana mereka memiliki obsesi dan impian masing-masing. Lima sahabat ini telah menjalin persahabatan selama tujuh tahun. Suatu ketika mereka merasa jenuh dengan aktivitas yang selalu mereka lakukan bersama-sama.Terbersit id […]
  • Panduan Lengkap Memakai Adobe Photoshop CS - Adi Kusrianto
    Download eBook Gratis Panduan Lengkap Memakai Adobe Photoshop CS karya Adi Kusrianto. Buku ini disertai dengan contoh-contoh yang memotivasi pembaca untuk mencoba dan berkreasi dengan idenya sendiri serta menyajikan penjelasan singkat serta lengkap seluruh komponen yang ada pada Photoshop CS. Adobe Photoshop adalah salah satu produk andalan dari Adobe Corpor […]
  • Gajah Mada : Perang Bubat - Langit Kresna Hariadi
    Download eBook Gratis Gajah Mada 4 : Perang Bubat oleh Langit Kresna Hariadi adalah salah satu tonggak sejarah yang amat penting, kisahnya menjadi pewarna perjalanan Nusantara. (Perang Bubat) Perang yang mengawali kehancuran Majapahit itu menyisakan luka yang amat dalam bagi Jawa dan Sunda. Ini adalah akhir konflik kerajaan Majapahit dan Sunda Galuh, sekalig […]
  • Gajah Mada - Langit K. Hariadi
    Download eBook Gratis Gajah Mada Setting pada novel ini adalah pemerintahan Jayanegara yang dikudeta oleh Ra Kuti. Ra Kuti adalah sebutan/singkatan dari Rakrian Kuti, sebuah anugerah dari Prabu Jayanegara menjadikan namanya menjadi Rakrian Dharma Putra Winehsuka.Dikisahkan pada jaman ini Gajah Mada masih seorang bekel, sebuah pangkat ketentaraan di bawah sen […]
  • Gajah Mada : Hamukti Palapa - Langit K. Hariadi
    Download eBook Gratis Gajah Mada : Hamukti Palapa - Langit K. Hariadi. Entah ilham dari mana yang merasuki jiwa dan pikiran Gajah Mada hingga ia begitu terobsesi untuk mengikat serakan pulau yang sedemikian banyak dan luas dalam wadah Nusantara di bawah panji¬panji Majapahit Entah keteguhan macam apa yang dimiliki Gajah Mada hingga tanpa keraguan sedikit pun […]
Adsense Indonesia

Twitter Updates

Sudah dilihat

  • 165,045 kali

Masukan alamat email.

Join 8 other followers

Top Rate

%d bloggers like this: